
Di bawah langit cerah Samarinda, sorak sorai dan tawa riang memecah keheningan di Gelora Kadrie Oening. Suasana penuh semangat ini menjadi saksi bisu dari Gebyar Lomba Olahraga Tradisional Antar OPD Kalimantan Timur yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80. Beragam perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi se-Kalimantan Timur berkumpul, bukan hanya untuk berkompetisi, tapi juga untuk melestarikan budaya dan mempererat tali silaturahmi.
Di antara riuhnya para peserta, tampak sosok Chienda Alfino Rinaldy, S. Pd., dengan mata penuh konsentrasi. Sebagai perwakilan dari SMA Negeri 11 Samarinda, ia melangkahkan kakinya menuju arena lomba Gasing Perorangan. Gasing, sebuah permainan tradisional yang membutuhkan ketelitian, keseimbangan, dan teknik yang matang, menjadi panggung bagi fino untuk menunjukkan kemampuannya.

Tangannya dengan cekatan melilitkan tali pada gasing kayu yang dipegangnya. Dengan napas yang ditahan, ia melemparkan gasingnya dengan gerakan mantap. “Wuuuung…”, suara gasing berputar kencang, menari di atas arena, seolah memiliki nyawanya sendiri. Pandangan mata fino tak lepas dari gasingnya, mengikuti setiap putarannya dengan penuh harap. Ia bukan sekadar bermain, melainkan sedang menghadirkan kembali semangat perjuangan para leluhur yang telah menjaga tradisi ini.Partisipasi Chienda dalam lomba ini, mewakili sekolahnya, SMA Negeri 11 Samarinda adalah cerminan dari dedikasi generasi muda untuk menjaga warisan budaya. Di tengah gempuran modernisasi, ia membuktikan bahwa olahraga tradisional tidak kehilangan pesonanya. Melalui gasing yang berputar, ia seolah menyampaikan pesan bahwa semangat persatuan, sportivitas, dan cinta tanah air akan terus berputar, takkan pernah padam.

Komentar Terbaru