SEKILAS INFO
18-04-2026
  • 2 minggu yang lalu / Selamat kepada seluruh murid SMAN 11 Samarinda yang lolos seleksi PTN jalur SNBP tahun 2026
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi SMA Negeri 11 Samarinda – NPSN : 30401068 – Akreditasi “A” –  Alamat : Jalan Pelita IV, Samarinda – Kalimantan Timur
22
Agu 2025
0
PELATIHAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR JENJANG SD, SMP, SMA DAN SMK TAHUN 2025

Pelatihan koding dan kecerdasan artifisial bagi guru tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK di Provinsi Kalimantan Timur telah sukses dilaksanakan. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yaitu SMA Negeri 3 Samarinda dan SMA Negeri 5 Samarinda, dan diikuti oleh 27 guru perwakilan dari berbagai sekolah di Kota Samarinda.

Setiap sekolah mengirimkan tiga guru perwakilan, yang terdiri dari guru MIPA, IPS, dan Bahasa. Kegiatan ini diadakan selama tujuh hari, pada tanggal 13 hingga 16 Agustus dan dilanjutkan pada 19 Agustus 2025. Perwakilan dari SMA Negeri 11 Samarinda yang ikut serta dalam pelatihan ini adalah Bapak Hendra Putra Sastranegara, S.Pd., Bapak Rizal Effendy Panga, M.Pd., dan Ibu Putri Agnes Suyitno, S.Pd. Selain itu, SMA Negeri 11 Samarinda juga turut berkontribusi dengan mengirimkan Ibu Hamsinah, M.Pd., sebagai salah satu fasilitator dalam pelatihan ini.

Alur Program Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM)

Pelaksanaan program pelatihan ini dirancang dengan alur yang terstruktur, yang disebut sebagai Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM). Alur ini terdiri dari empat tahapan utama untuk memastikan kualitas dan efektivitas pelatihan:

1. Penyiapan

Tahap ini merupakan fondasi awal, di mana semua aspek penting dipersiapkan secara matang. Ini mencakup penyiapan norma, prosedur, dan kriteria pelatihan, serta penyiapan peserta, perangkat pelatihan, sarana dan prasarana. Selain itu, penyiapan para pengajar atau fasilitator dan admin juga dilakukan untuk memastikan kelancaran seluruh kegiatan.

2. Pelaksanaan

Ini adalah tahapan inti di mana seluruh proses pelatihan berlangsung. Pelaksanaan program ini menggunakan pola in-on-in yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka, praktik mandiri, dan kembali ke sesi tatap muka. Kualitasnya terus dijaga oleh Direktorat Jenderal agar luaran program sesuai dengan kebijakan Kementerian. Tahap ini mencakup proses pembelajaran, penilaian, hingga penentuan kelulusan peserta.

3. Evaluasi dan Pelaporan

Tahap ini terbagi menjadi dua bagian penting:

  • Evaluasi: Tahap ini bertujuan untuk melihat sejauh mana keberhasilan program pelatihan dan mengumpulkan umpan balik yang berharga. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap semua aspek program untuk perbaikan berkelanjutan di masa mendatang.
  • Pelaporan: Tahapan ini berfungsi untuk mendokumentasikan semua proses, pencapaian, tantangan, dan rekomendasi yang muncul selama pelatihan. Laporan disusun secara sistematis oleh penyelenggara untuk menjadi acuan dan dokumentasi strategis.

4. Penjaminan Mutu

Penjaminan mutu adalah tahap akhir yang memastikan seluruh proses pelatihan Pembelajaran Mendalam berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa peserta yang dihasilkan memiliki kompetensi yang relevan dan bahwa target program tercapai dengan baik.

Setelah mengikuti pelatihan yang komprehensif, para guru peserta diharapkan mampu menguasai tujuh kompetensi penting dalam Pembelajaran Mendalam (PM). Kompetensi ini dirancang untuk mengubah pendekatan mengajar menjadi lebih efektif dan berpusat pada siswa.

1. Menerapkan Pola Pikir Bertumbuh

Para guru akan mampu menanamkan pola pikir bertumbuh (growth mindset), baik pada diri sendiri maupun pada siswa. Pola pikir ini menekankan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras. Dengan demikian, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan mendorong siswa untuk terus berkembang.

2. Menjelaskan Konsep PM

Guru akan mampu menjelaskan secara mendalam konsep dan keterkaitan kerangka pembelajaran, prinsip, dan pengalaman belajar dalam PM. Mereka memahami bagaimana elemen-elemen ini saling berhubungan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

3. Menganalisis Penerapan PM

Dengan bekal pengetahuan yang ada, guru dapat menganalisis penerapan prinsip dan pengalaman belajar PM yang tercermin dalam video dan modul ajar. Kemampuan ini sangat penting untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan mengadaptasinya sesuai dengan kebutuhan siswa di kelas.

4. Merancang Asesmen PM

Guru akan mahir dalam merancang asesmen yang relevan dengan PM. Asesmen ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar siswa, sehingga memberikan gambaran yang lebih holistik tentang kemajuan mereka.

5. Menyusun Rencana PM

Kemampuan berikutnya adalah menyusun rencana PM yang terstruktur. Rencana ini menjadi panduan bagi guru untuk mengintegrasikan konsep PM ke dalam setiap sesi pembelajaran.

6. Mengimplementasikan dan Merefleksikan Pembelajaran

Setelah menyusun rencana, guru diharapkan mengimplementasikan rencana pembelajaran tersebut dengan efektif dan merefleksikan hasil implementasinya. Proses refleksi ini krusial untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengajaran dari waktu ke waktu.

7. Merancang Inkuiri Kolaboratif

Terakhir, guru akan mampu merancang dan mengimplementasikan inkuiri kolaboratif di kelompok belajar pelatihan. Keterampilan ini penting untuk membangun komunitas belajar profesional di antara sesama guru, di mana mereka dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk kemajuan bersama.

Komentar Terbaru

    Pengumuman

    PENEMPATAN ATRIBUT SEKOLAH SMAN 11 SAMARINDA

    PENGUMUMAN KELULUSAN PPDB SMAN 11 TAHAP II TAHUN 2024

    PEMBERKASAN DAFTAR ULANG PPDB SMAN 11 SAMARINDA