
Beberapa bulan yang lalu Tim Kedupon (Kebun Edukasi Hidroponik) SMAN 11 Samarinda memutuskan untuk mecoba menanam tomat ceri di kebun. Meskipun hanya menanam sebanyak 2 baris, proses penanaman cukup memberikan banyak sekali pembelajaran baru dalam berkebun yang dilakukan sleama kurang lebih 3 bulan. Dalam kegiatan ini ada beberapa hal yang masih dapat ditingkatkan selama pelaksanaannya, adapun yang Tim Kedupon dapatkan selama proses penanaman adalah:
- Pembibitan, dalam pembibitan sebelumnya tim menggunakan metode yang sama saat menanam melon yakni menaruh bibit yang telah direndam lalu ditutup oleh tisu basah. Saat mulai berkecambah, akar tidak kokoh karena tidak adanya medium yang mengikat akar. Oleh karena itu pada pembibitan selanjutnya untuk tomat ceri dapat langsung melakukan pembibitan dengan rough wool agar akar dapat berkembang dengan baik.
- Pemindahan media, akibat pertumbuhan yang kurang baik saat pembibitan, 1 minggu pertama pemindahan dari media pembibitan ke kebun hidroponik tanaman terlihat lemah dan tampak lalu sebelum akhirnya dapat berdiri tegak.
- Perawatan, dengan melihat youtube dan media online lainnya proses perawatan tidak jauh berbeda dengan pada saat menanam melon, yakni proses pruning tunas atas agar tanaman fokus pada proses pembuahan, penyemprotan insektisida dan fungisida, serta pemberian pupuk secara berkala.
- Penyerbukan, karena minimnya informasi pada tahap awal tim kami tidak melakukan bantuan apapun selama proses penyerbukan, sebelum akhirnya menemukan salah satu cara alternatif yakni menggoyang pohon tanaman agar serbuk sari dapat menyebar.
- Panen, karena pematangan buah yang tidak merata proses panen terbagi menjadi 2x yakni pada awal desember dan akhir desember tahun 2025 lalu. Buah tomat yang dihasilkan minim cacat dengan rasa buah yang cenderung manis dibandingkan dengan tomat pada umumnya. Hasil panen buah dalam eksperimen ini adalah sekitar 2Kg buah tomat ceri.
Dalam kegiatan ini tomat ceri kami nilai mampu menjadi salah satu opsi penanaman karena selain masa panen yang bisa dilakukan secara kontinyu hingga sekarang, proses perawatannya pun tidak terlalu susah dan hampir sama dengan proses penanaman melon. Harapannya kami dapat memulai proses ini kembali dengan memperbaiki proses pembibitan hingga perwatan berdasarkan hasil refleksi kami.











Komentar Terbaru