
Di tengah kemarau panjang, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kabut asap yang menyelimuti Kota Samarinda, keluarga besar SMA Negeri 11 Samarinda menggelar pelaksanaan Sholat Istisqa’ dan Doa Bersama di lapangan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah SMA Negeri 11 Samarinda sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.
Sejak pagi hari, lapangan SMAN 11 Samarinda yang kering tampak dipenuhi barisan jamaah yang mengenakan pakaian serba putih. Suasana berlangsung sangat khidmat dan penuh kekhusyukan. Rasa prihatin atas ancaman kabut asap dan potensi musibah kebakaran yang dapat merenggut kesehatan warga Samarinda melebur menjadi satu dalam niat yang tulus.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan tata cara Sholat Istisqa’, dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat dua rakaat secara berjamaah. Setelah salam, suasana semakin syahdu saat khatib menyampaikan khutbah. Dalam pesannya, khatib mengingatkan seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar, merenungkan setiap khilaf, serta menjaga dan melestarikan lingkungan yang selama ini dipercayakan kepada manusia.


egiatan ini diakhiri dengan pemanjatan doa bersama yang dipimpin oleh guru pembimbing kerohanian. Berdiri menghadap kiblat dengan kedua telapak tangan yang terangkat tinggi ke udara, derai air mata dan kesedihan menyatu dalam bait-bait doa:
“Ya Allah, siramilah bumi kami dengan hujan yang merata, bermanfaat, dan membawakan keberkahan. Angkatlah kemarau ini, padamkanlah titik-titik api yang membakar hutan dan lahan kami, serta bebaskanlah udara Samarinda dari cengkeraman kabut asap.”
Melalui ikhtiar spiritual ini, keluarga besar SMA Negeri 11 Samarinda berharap pintu-pintu langit terbuka lebar, membawa curahan hujan yang menyegarkan kembali bumi Samarinda, membersihkan udara yang dihirup, dan mengembalikan kedamaian serta kesehatan bagi seluruh warga kota.

Komentar Terbaru